Pertemuan pertama dengan Ibu Suri

Hari senin, pada bulan April tanggal 16 tahun 2018.

Dee mengumumkan akan mengadakan Meet and Greet berkaitan dengan buku terbarunya, Aroma Karsa. Waktu itu nggak sengaja baca lewat instagram beliau. Antara seneng, kaget, dan pengen banget ikutan. Tapi di pengumumannya itu tertulis bahwa pemegang priority pass akan lebih diutamakan, untuk publik akan dibuka RSVP keesokan harinya diatas jam 12 siang. Yang awalnya excited banget langsung menciut. Dalam pikiranku, karena keterbatasan seat, untuk peserta umum harus menunggu jumlah kuota dari peserta priority. Sumpah kali ini aku berharap kalo kalangan priority banyak yang ngga dateng 😀

Keesokan harinya sekitar pukul 3 sore, masih belum ada pengumuman. “ini kenapa belum ada informasi lebih lanjut? Apa memang sudah tidak tersedia kursi untuk umum karena anggota priority banyak yang akan datang?“. Senewen nih aku, nunggu dari kemarin bro sis. Udah refresh berkali-kali pula IGnya takut kelewatan. Akhirnya aku memutuskan untuk menghubungi contact person yang tertera dalam poster, dan jawabannya “Kami juga masih menunggu kabar”.

dee-lestari-aroma-karsa.png

Continue reading

Advertisements

Memilih jalur indie Sheila on 7 tetap dinanti

Keputusan yang mengejutkan sebenarnya saat mendengar bahwa band yang digawangi oleh Duta (vocal), Eross (guitar), Adam (bass) dan Brian (drum) memutuskan untuk memilih jalur indie setelah kurang lebih 18 tahun bergabung dengan label musik. Seperti yang kita tahu bahwa band yang merilis album perdana tahun 1999 bertajuk Sheila on 7 telah bekerja sama dengan major label Sony Music hingga album terakhir mereka tahun 2014 yaitu Musim yang Baik. Para pendengar musik yang sudah tak asing lagi dengan lagu-lagu besutan Eross dkk ini pastinya juga bertanya-tanya mengapa jalur indie yang dipilih untuk album baru mereka. Ok, dalam hal ini saya ga mau bicara soal alasan mengapa mereka mengambil keputusan tersebut, karena itu hak mereka sebagai musisi untuk memilih jalur apa yang dipilih agar karyanya dikenal oleh masyarakat. 2018-01-16-12-38-18-53163inidiabocoranalbumbarusheilaon7.jpg

Continue reading

Dilanda Dilanisme – Dilan 1990

Awal tahun 2018 perfilman Indonesia mempersembahkan film old school dengan latar belakang tahun 1990 yang langsung menduduki puncak box office Indonesia. Iya, film ini memperoleh 1 juta penonton hanya dalam waktu 4 hari. Buseeeeett padahal film Eiffel I’m in Love aja masih 400 ribuan penonton dalam rentang waktu yang sama. Sejuta dalam 4 hari ini sih luar biasa.

Genre drama romance yang diusung oleh film Dilan 1990 tersebut langsung menyita banyak perhatian masyarakan Indonesia. Tidak hanya kawula muda tapi kalangan orang tua juga ga mau ketinggalan untuk ikut nonton. Hal tersebut membuat film ini menjadi berita hangat di berbagai media sosial sampai saat ini (sekitar sebulan setelah penayangan perdana). Wah lama juga ya. 😀

678596_720

Continue reading

Soundcloud, sounds good

Eh bhe, tau ngrungokno soundcloud e Fiersa Besari ga? | Durung | Coba deh search! Enak lho suarane. De e iso ngaransemen lagu pisan” Perbincangan dua tahun lalu ini akhirnya membuat aku menjelajah google karena penasaran. Dan sejak saat itu pula aku jadi tertarik dengan media sharing suara online, soundcloud. Yang awalnya cuma ingin tahu sama Fiersa Besari hingga bisa berjam-jam ngepoin akun-akun soundcloud lain hanya karena pengen dengerin orang nyanyi (yang notabene bukan penyanyi terkenal).

Satu hal yang menarik, ternyata di luar sana banyak banget orang-orang yang punya suara keren ga kalah  sama artis-artis, punya kreatifitas tinggi buat aransemen lagu, punya selera musik yang asik buat bikin musik jadi lebih berwarna kayak crayon . Dan gak jarang pula lagu cover lebih bagus daripada asli (applause) 😀

soundcloud

Continue reading

Ayah – Andrea Hirata

Sebagai pengagum karya Andrea Hirata pastinya tak akan melewatkan novel terbaru dari seorang novelis yang terkenal lewat tulisannya yang berjudul Laskar Pelangi. Excited waktu tahu bahwa Andrea menerbitkan buku baru dengan proses pengerjaan yang relatif cukup lama yaitu 6 tahun, Lebih lama dari pengerjaan Laskar Pelangi. Yang lebih mengejutkan konon cetakan kedua dibuat 9 jam usai diluncurkan.  Perlu alasan apalagi untuk membeli? Langsung deh aku ke Gram*dia buat cari novel Ayah. Ga sulit karna langsung berada pada tumpukan buku baru bersama novel-novel lain.

ayah_andreahirata

Continue reading

Pendekar Tongkat Emas : Sebuah kado istimewa di akhir tahun #nontonPTE

Pendekar Tongkat Emas

Pendekar Tongkat Emas

Sempat mengernyitkan dahi saat pertama kali tahu Judul film yang digarap oleh MiLes Films yaitu Pendekar Tongkat Emas. Beberapa pertanyaan kemudian muncul dalam benak saya. Ini film tentang apa ya? Kenapa Mira Lesmana berpikir untuk membuat film dengan tema jadul? (Film tema seperti ini kan laris pas jaman saya masih SD. Contohnya : Wiro Sableng, Si Buta dari gua hantu, dll. Hehe ). Bakal banyak gak ya yang nonton? (Mengingat jaman sekarang drama percintaan lebih banyak diminati).

Continue reading

Rectoverso

i love reading! many things i got when i read a book. i know about the journey, life, history, and absolutely about love 🙂 yess, i like romance, drama, and funny story. sometimes i can finish one book just about one until two days. LOL

i love Dee, Pramudya Ananta Toer, Habiburrahman El Shirazy, Djenar Maesa Ayu, and many others.. Indonesia has a lot of good writers

Now, i wanna share to you about one of my favorit novel, yaaak RECTOVERSO by Dee. She can make me cry when i read that novel. so touch! 😦 this novel is contains several stories.

rectoverso by Dee

rectoverso by Dee

Continue reading