Aku rindu padamu, Ya Ramadhan

Tak terasa Ramadhan begitu cepat sekali meninggalkanku. Baru kemarin rasanya jam tiga dini hari bangun untuk sahur pertama bersama di rumah. Menjalankan puasa pertama bersama keluarga. “Allahu Akbar Allaaaaahu Akbar” lantunan adzan magrib yang lebih ditunggu oleh semua umat muslim sebagai tanda berakhirnya waktu puasa. Aku bersama mama dan adikku menikmati buka puasa pertama bersama. Dengan sayur bening beserta tahu goreng, sambel tomat dan ikan pe sebagai pendampingnya. Tak lupa es blewah sebagai takjil pembuka. Juga rutinitas sholat tarawih yang hanya ada di bulan suci. Iya, baru kemarin. Kemarin yang terasa berjalan begitu cepat.

1505763040170.jpg--islam__ecco_tutte_le_rinunce_dei_fedeli_di_allah__baci__iphone__gamberoni_e___

Umat muslim berbondong-bondong untuk lebih meraih berkah. Masjid lebih ramai, lantunan ayat suci bersenandung disetiap malam bahkan setiap waktu. Berlomba-lomba berbuat kebaikan mulai dari hal sederhana seperi pembagian takjil dimana-mana menjelang magrib tiba, buka puasa bersama dengan teman untuk mempererat tali silaturahmi, warung makan yang sengaja tutup satu bulan penuh agar pemilik lebih khusyuk menjalankan ibadahnya dan masih banyak hal baik lagi yang biarlah menjadi rahasia antara umat dan Sang Maha Kasih.

Ah, momen ini terasa berbeda dengan momen-momen di bulan lainnya. Begitu syahdu dan rindu. Tapi kemudian aku sadar satu hal. Allah menegurku dengan sangat halus di akhir Ramadhan. Ada penyesalan yang begitu dalam saat postingan ini ditulis.

Maafkan hamba Ya Rabb karena di Ramadhan tahun ini masih saja sibuk dengan hal duniawi. Maafkan hamba Ya Rabb karena hamba masih belum mampu menjalankan ibadah secara maksimal. Maafkan hamba Ya Rabb yang masih saja lalai dan meninggalkan kesempatan yang telah Engkau berikan untuk lebih mendapatkan keberkahanMu. Maafkan hamba Ya Rabb yang masih saja tak mampu untuk lebih mendekatkan diri padaMu padahal Engkau selalu ada untukku yang bukan siapa-siapa ini. Maafkan Ya Rabb. Maafkan.

images (1)

Ramadhan yang Engkau beri tiap tahunnya begitu cepat berlalu dan menyadarkan hamba, bahwa hamba belum melakukan apa-apa. Sepertinya Engkau menegurku di akhir pintu yang akan tertutup “Kenapa kau masih sibuk dengan urusan duniawi, bhe? Masih belum cukupkah waktu yang telah aku beri di bulan-bulan lain hingga kau melewatkan kesempatan bulan spesial ini untuk lebih dekat denganKu?” Ampuni hamba Ya Rabb. Ampuni. 😦

Izinkan hamba untuk kembali bertemu dengan RamadhanMu tahun depan dengan keluarga Ya Rabb. Izinkan hamba untuk bisa kembali mengikuti ajang berlomba-lomba meraih pengampunanMu. Izinkan hamba untuk bisa lebih meraih keberkahanMu. Izinkan hamba untuk lebih sadar agar memaksimalkan waktu ibadah di bulan spesialMu dan tidak menyesal seperti sekarang. Izinkan hamba Ya Rabb.

Rindu Ramadhan yang telah berada di ujung bulan ini terasa sangat menyesakkan. Ingin rasanya bulan ini lebih lama lagi. Beri hamba kesempatan Ya Rabb untuk bisa kembali bertemu.

Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum

Hari Raya Kemenangan telah di depan mata. Semoga Ramadhan membawa manfaat untuk bisa melakukan hal-hal baik di bulan lainnya.

Last but not least,

Selamat Hari Raya Idul Fitri untuk seluruh umat muslim. Semoga Ramadhan kali ini penuh berkah. “Minal aidin wal faizin” Maaf untuk kesalahan saya baik itu disengaja ataupun tidak. 🙂

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s