Pertemuan pertama dengan Ibu Suri

Hari senin, pada bulan April tanggal 16 tahun 2018.

Dee mengumumkan akan mengadakan Meet and Greet berkaitan dengan buku terbarunya, Aroma Karsa. Waktu itu nggak sengaja baca lewat instagram beliau. Antara seneng, kaget, dan pengen banget ikutan. Tapi di pengumumannya itu tertulis bahwa pemegang priority pass akan lebih diutamakan, untuk publik akan dibuka RSVP keesokan harinya diatas jam 12 siang. Yang awalnya excited banget langsung menciut. Dalam pikiranku, karena keterbatasan seat, untuk peserta umum harus menunggu jumlah kuota dari peserta priority. Sumpah kali ini aku berharap kalo kalangan priority banyak yang ngga dateng 😀

Keesokan harinya sekitar pukul 3 sore, masih belum ada pengumuman. “ini kenapa belum ada informasi lebih lanjut? Apa memang sudah tidak tersedia kursi untuk umum karena anggota priority banyak yang akan datang?“. Senewen nih aku, nunggu dari kemarin bro sis. Udah refresh berkali-kali pula IGnya takut kelewatan. Akhirnya aku memutuskan untuk menghubungi contact person yang tertera dalam poster, dan jawabannya “Kami juga masih menunggu kabar”.

dee-lestari-aroma-karsa.png

Pukul 4 sore barulah dibuka pendaftaran untuk peserta umum dan aku langsung daftar. Ada syarat-syarat yang harus dilakukan terlebih dahulu sebelum benar-benar jadi peserta. Jadi inget gimana dapetin buku versi bertanda tangan yang harus PO selama kurang lebih sebulan. Makin deg-deg.an dan penasaran karena versi digital buku ini keluar terlebih dahulu dengan model cerita bersambung yang diupload 2 hari dalam seminggu selama 9 minggu. Antusiasme pembaca versi digital ini luar biasa di twitter. Omaigat aku harus nunggu dong sebulan. Dapetin bukunya dengan susah payah, jadi pas ada syarat-syarat yang ga terlalu menyulitkan untuk jadi peserta MnG ya aku ikutin aja yang penting ketemu Ibu Suri.

Hari jumat tanggal 20 April 2018. Pukul setengah 7 malam aku sampai di venue. Sudah ada yang menyambut di depan gedung Graha Pena Surabaya. Langsung berasa aromanya.

screenshot_2018-04-20-21-27-18-1.png

Masuk ke tempat acara ternyata sudah banyak yang datang. Aku berada pada barisan keempat disisi sebelah kiri. Ga terlalu dekat tapi untungnya masih kelihatan stage di depan. Sembari menunggu acara dimulai ternyata sebelah-sebelahku adalah para panulis sampai ada yang bawa buku karya dia buat dikasih ke Ibu Suri, luar biasa. Mereka memang mengidolakan Dee sejak lama. Tak heran kalau banyak anak komunitas berada di tempat ini, mulai dari Komunitas Supernova sampai para Addeection (sebutan untuk fans Dee Lestari). Canggung bener.

Tak lama setelah itu acara dimulai. MC membacakan beberapa rules of the game agar acara berjalan secara tertib. Sesi pertama adalah Music Storytelling yang langsung dibawakan Dee diiringi oleh Reza Gunawan. Tepuk tangan bergemuruh di ruangan.

20180420_185611

Lantunan cerita dan lagu berasal dari naskah novel. Berasa banget pas quote-quote melantun begitu syahdu. Terkesima aku dibuatnya. Karya ini sangat luar biasa. Novel setebal 700 halaman yang langsung aku rampungkan membaca selama 2 hari karena tidak ingin roaming waktu MnG ini diadakan adalah keputusan yang tepat. Dan benar, aku langsung flashback mengingat momen dalam cerita ketika serpihan-serpihan kalimat mulai disenandungkan.

20180420_191517.jpg

Setelah penampilan dari Ibu Suri dan Pak Produser acara dilanjutkan ke sesi talkshow. Diceritakan bagaimana proses pembuatan novel Aroma Karsa. Dee harus melakukan observasi mulai dari ke Singapura untuk bertemu dengan peracik parfum, ke Bantar Gebang sebuah TPA di daerah Bekasi, bertemu dengan kolektor bunga anggrek, bertemu dengan arkeolog, bertemu dengan dosen sastra jawa kuno di UI, bertemu dengan juru kunci Gunung Lawu, bertemu dengan Ananda Mikola, berkunjung ke perusahaan Mustika Ratu untuk melihat langsung bagaimana proses produksi, dan masih banyak lagi observasi-observasi lainnya untuk mendukung novel Aroma Karsa.

Bagaimana sosok Jati Wesi, Tanaya Suma, Raras Prayagung hingga Ningsih hidup dalam pikirannya. Bagaimana beliau bisa bergelut dengan dunia imaji yang hampir sama dengan dunia nyata karena tokoh tersebut hidup dalam bayangannya. Aku takjub dengan proses pembuatan novel ini. Sebuah karya yang benar-benar dikerjakan secara serius dan fokus hasilnya tidak akan mengecewakan dan aku merasakannya setelah tamat membaca. Benar-benar mind blowing.

Acara yang berlangsung sekitar 2 jam berlalu begitu cepat. Sangat mengalir dan menyenangkan. Ada beberapa kejutan juga yang diberikan dan aku tidak ingin ngomongin disini. Terlalu rahasia kalau proyek itu benar-benar terlaksana. 🙂

Last but not least, book signing and take a picture.

img_20180420_205413_998.jpg

Karena aku sudah punya Aroma Karsa versi bertanda tangan, aku minta novel lainnya yang ditanda tangani, yaitu: Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh dan Akar (maksimal 2 buku). Ga mungkin kan aku melewatkan momen berharga ini.

Sepulang dari acara yang bakal ga bisa dilupain, aku sangat bersyukur sekali. Allah mengabulkan doaku untuk bisa bertemu dengan salah satu novelis idola selain Pramoedya Ananta Toer dan Andrea Hirata. Alhamdulillah, Matur nuwun sanget, Gusti. Bisa bertemu dengan novelis jenius yang melahirkan tokoh Jati Wesi yang saat ini sedang digandrungi adalah hal yang sangat membahagiakan. 🙂

keep smile, keep young, keep happy, and keep blogging

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s