Sepucuk rindu untuk kamu

Hai, kamu. Apa kabar? 

Semoga dimanapun kamu berada selalu ada kebahagiaan yang menyertai. “Jangan lupa bahagia” itu kan yang menjadi ingin kita? Meskipun bagiku tidak mudah untuk menemukannya tanpa kamu. Aku harus mencari-cari cara agar bisa menciptakannya dari hal sederhana sekalipun, karena aku selalu ingat akan mantra “bahagia itu kita yang ciptain, bukan mereka”. Yang selalu kita rapalkan di penghujung kalimat setiap kali bertemu lewat pesan singkat.

Tidak bisa dipungkiri bertemu dengan kamu adalah hal yang membahagiakan bagiku. Seandainya ada mesin waktu yang bisa mempertemukan kita lagi, ahhh pasti aku akan menjadi orang yang paling antusias di dunia ini. Bisa ngobrol dan ketawa untuk hal-hal sepele meski cuma setengah jam, makan bareng di warung favorit kamu yang akhirnya menjadi favoritku juga :p, atau sekedar keliling kota walau sudah lewat tengah malam. Tapi sayangnya, ini hanya sebuah angan-angan.

envelope-with-heart-sticker-and-dried-flowers-709118369-5a6363404e46ba003741167d

Seringkali kamu membuat aku jengkel, marah dan sakit hati. Begitupun aku kepada kamu. Sudah tak terhitung berapa kali bolak-balik follow unfollow di social media, block unblock nomor di aplikasi chatting online, saling memendam rindu untuk sekian purnama. Tapi pada akhirnya, malah berakhir baik-baik saja. Kita tak akan pernah bisa untuk tidak bertegur sapa walau hanya sekedar “hey”, “hallo”, “kamu apa kabar?”. Rasa jengkel, marah dan sakit hati seketika itu akan runtuh meskipun harus dilalui dalam waktu yang cukup lama.  

Aku ingat, kamu pernah berucap “gausah gengsi, bilang aja rindu”. Kau tahu, akupun sangat ingin bilang “aku rindu”, tapi tak sampai hati untuk bisa mengatakannya. Ini mudah bagi kamu, tapi tidak bagiku. Dalam hal ini aku mencoba untuk tidak lebih menyakiti hati.  Ada batas diantara kita yang harus dijaga. Aku yakin kita sama-sama paham. 

Sekalipun aku tidak dengan terang-terangan mengatakan bahwa aku merindukan kamu, kamu selalu tahu apa yang ada dalam hatiku. Tiba-tiba kamu muncul di notifikasi chatting hanya untuk membahas hal-hal yang ga penting. Comment, retweet, like di social media setelah sekian lama tidak bertegur sapa. Telpon sebentar hanya untuk memberi tahu bahwa film favorit kita berdua sedang diputar di televisi. Rasanya semesta selalu menemukan cara untuk sekedar memberitahu bahwa kita saling merindukan. Aneh, tapi ini yang selalu terjadi.

Tapi hanya sebatas itu, tidak lebih.

Biarlah masa lalu yang telah kita lewati menjadi kenangan, manis. 

Terima kasih telah membuatku bahagia. Terima kasih untuk semuanya.

PS: Mungkin aku tidak benar-benar kehilangan. Kamu selalu hadir, dalam bentuk kerinduan.

Happy birthday 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s