Dilanda Dilanisme – Dilan 1990

Awal tahun 2018 perfilman Indonesia mempersembahkan film old school dengan latar belakang tahun 1990 yang langsung menduduki puncak box office Indonesia. Iya, film ini memperoleh 1 juta penonton hanya dalam waktu 4 hari. Buseeeeett padahal film Eiffel I’m in Love aja masih 400 ribuan penonton dalam rentang waktu yang sama. Sejuta dalam 4 hari ini sih luar biasa.

Genre drama romance yang diusung oleh film Dilan 1990 tersebut langsung menyita banyak perhatian masyarakan Indonesia. Tidak hanya kawula muda tapi kalangan orang tua juga ga mau ketinggalan untuk ikut nonton. Hal tersebut membuat film ini menjadi berita hangat di berbagai media sosial sampai saat ini (sekitar sebulan setelah penayangan perdana). Wah lama juga ya. 😀

678596_720

Kenapa film Dilan 1990 begitu laris manis? Salah satu faktor yang pasti adalah karena film ini diangkat dari novel best seller . Novel karya Pidi Baiq tersebut sudah banyak penggemar sejak pertama kali terbit yaitu tahun 2015. Pengagum dari novel Dilan sendiri sudah cukup banyak, jadi wajar saja setelah filmnya keluar para pecinta novelnya ingin tau bentuk visualisasi dari sebuah karya tulis. Tapi ada yang berkomentar “Novel best seller pun tidak menjamin bahwa filmnya juga akan sukses”. Iya, saya sepakat dengan hal ini karena saya sudah beberapa kali nonton film yang diadaptasi dari novel dan tidak semua seperti yang diharapkan. Salah satu kesulitan terbesar adalah menyamakan ekspektasi dari pembaca. Setiap pembaca memiliki imajinasi bentuk visual baik dari tokoh, cara pengucapan dialog, latar belakang tempat, style berpakaian, dll. Imajinasi liar ini yang susah disamakan karena tiap pembaca pasti memiliki imajinasi yang berbeda, pun demikian dengan sang sutradara. Dan film Dilan 1990 sangat berhasil memberikan bentuk visualisasi terbaik dari novel. Kurang lebih 85% sama lah dan sesuai harapan. Sisanya? Ya baca aja novelnya biar lebih lengkap. Durasi film bisa berjam-jam kalau semua masuk frame. Hehehe.

DILAN-1990-002

Faktor selanjutnya adalah aktor/aktris yang menjadi tokoh utama dalam film. 2 bintang muda Iqbaal Dhiafakhri Ramadhan dan Vanesha Prescilla dinilai mampu memerankan sosok Dilan dan Milea secara apik. Akting mereka sangat natural lho, apalagi chemistry keduanya, beeeeuuuhhh bikin baper. Banyak yang berasumsi bahwa mereka adalah pasangan yang mampu melekat di hati para penonton seperti pasangan Nicholas Saputra dan Dian Sastro dalam film AADC. Yah kalian tahu lah bahwa film AADC karakter Rangga dan Cinta ini kuat banget. Nah, Dilan Milea adalah regenerasi dari mereka. Gimana? Kalian setuju? Saya sih ok. 😀

21d1961e-2800-4773-a9a3-2f8b968a6dd1_169

Iqbaal benar-benar jago dalam membuat tokoh Dilan lebih bernyawa. Awalnya banyak pecinta novel Dilan dan pengguna media sosial atau netizen yang underestimate ke dia karena dianggap kurang layak menjadi seorang Dilan yang notabene adalah panglima tempur geng motor. Embel-embel dia sebagai salah satu anggota boy band cilik masih melekat. “Masih anak-anak, ga cocok jadi anggota genk motor” begitu kata mereka. Tapi, BOOM! Dia berhasil mematahkan asumsi para netizen soal hal ini. Ga disangka-sangka justru dia yang malah membuat film ini ditonton lebih dari sekali. Alasannya klasik sih “pengen lihat iqbaal lagi” dan yang ngomong ga hanya abg tapi juga ibu-ibu, sampai dia dapat tawaran buat jadi menantu ibu-ibu yang udah baper oleh film ini. Hahahaha.

Banner Dilan

Berlatar belakang tahun 1990 membuat penontonnya ga hanya dari kalangan remaja tapi juga orang tua karena mereka akan bernostalgia akan masa-masa tahun 90an. Tahun 90an yang ga ada internet, ga ada handphone, ga ada social media. Kalau mau deketin cewek ya pakai surat, telpon umum/rumah, langsung datang ke rumah, dan masih banyak lagi. Ga kayak jaman sekarang kan? Apa-apa mesti stalking dulu. Hahaha. Banyak ibu-ibu dan bapak-bapak yang senyum-senyum sendiri selama pemutaran film seakan mereka bisa mengenang masa lalu. (Sama mantan mungkin?). Sampai ada lho rombongan ibu-ibu yang niat banget pakai seragam SMA pas nonton. Hahaha. Gokill.

Kalau kalangan remaja yang nonton mungkin selain mereka ngefans sama Iqbaal yang emang digandrungi oleh remaja jaman sekarang lebih kepada bagaimana sih tips and trick saat pdkt ke cewek. Cara Dilan untuk mendapatkan Milea emang ga konvensional, out of the box deh. Ga hanya rayuan mautnya tapi…. (lihat aja ya di bioskop)

kekecewaan-pidi-baiq-terhadap-film-dilan-1990-dijawab-fajar-bustomi-GcYtUGKjjJ

Film ini ga sempurna. Iya, masih ada kekurangan dimana-mana baik dari segi editing yang ga smooth, lokasi yang ga terlalu 90an (ya kan Bandung jaman sekarang udah jauh berubah), akting pemain yang terlihat dibuat-buat (ini ga banyak kok, tapi ada), beberapa property yang kurang mencerminkan tahun 90an tapi lebih kearah modern, Bandung yang kurang dijelasin sehingga kurang Bandung banget, dan masih ada beberapa hal lain.

Tapi, diluar dari kekurangan yang ada di sana-sini film ini sangat membekas di hati. Bisa bikin-ketawa-ketawa sendiri pas nonton, bisa bikin geregetan sama rayuan-rayuan Dilan, bisa bikin gemeessh sama adek Iqbaal (lho kok), dan masih banyak hal magic lainnya yang membuat para penonton atau saya pada khususnya keluar dari bioskop tuh BAHAGIA. 🙂

Bahagia banget karena memang film ini hampir ga ada konflik yang gimana-gimana (ga drama). Jalan ceritanya dambaan semua orang. Isinya cuma seneng, geregetan dan gemesh aja. Hahaha. Tapi nanti dulu ya, untuk yang Dilan 1990 emang dibikin ceritanya indah-indahnya masa PDKT. Dramanya, konfliknya dan tangis-tangisannya akan ada di sekuel selanjutnya yaitu Dilan 1991, dan Milea. Kalau yang Bundahara masih belum tau karena saat ini masih dalam proses penulisan novel. Oiya, Film ini akan dibuat 4 sekuel dari novel-novel tersebut (Dilan 1990, Dilan 1991, Milea dan Bundahara), jadi kita nantikan kelanjutannya bagaimana ya.

Masih mau nonton lagi? Hayuk laaaah sampai tembus 7juta penonton kalau bisa (insyaaAllah) biar bisa jadi film paling laris Indonesia sepanjang masa. Udah dilanda Dilanisme sih ini (Dilanisme: sebutan untuk para pecinta Dilan)

Udah yaaa, sekian dulu sapaan dari aku yang udah lama ga nulis. hehehe

keep smile, keep young, keep happy, and keep blogging 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s