Aku rindu padamu, Ya Ramadhan

Tak terasa Ramadhan begitu cepat sekali meninggalkanku. Baru kemarin rasanya jam tiga dini hari bangun untuk sahur pertama bersama di rumah. Menjalankan puasa pertama bersama keluarga. “Allahu Akbar Allaaaaahu Akbar” lantunan adzan magrib yang lebih ditunggu oleh semua umat muslim sebagai tanda berakhirnya waktu puasa. Aku bersama mama dan adikku menikmati buka puasa pertama bersama. Dengan sayur bening beserta tahu goreng, sambel tomat dan ikan pe sebagai pendampingnya. Tak lupa es blewah sebagai takjil pembuka. Juga rutinitas sholat tarawih yang hanya ada di bulan suci. Iya, baru kemarin. Kemarin yang terasa berjalan begitu cepat.

1505763040170.jpg--islam__ecco_tutte_le_rinunce_dei_fedeli_di_allah__baci__iphone__gamberoni_e___

Continue reading

Advertisements

Iri

Aku iri kepada mereka..

Kepada mereka yang selalu disisimu setiap pagi

Kepada mereka yang bisa menikmati senyummu setiap hari

Kepada mereka yang kau kasihi

Kepada mereka yang kau cintai

Kepada mereka yang pesannya tidak pernah luput kau balasi

Kepada mereka yang bisa mendengarkan jokes-jokesmu yang kadang bikin geli

Kepada mereka yang bisa mengatakan rindu tanpa gengsi

Kepada mereka yang mendapatkan pengorbananmu tanpa henti

Kepada mereka yang membuat kau meluangkan waktu tanpa jeda sama sekali

Kepada mereka yang bisa tertawa lepas tanpa pikir dua kali 

Kepada mereka yang bisa dekat denganmu hari demi hari

Aku iri…

Sedang aku disini

Sepi

Sendiri

Berkutat dengan bayangmu yang menari-nari

Digauli rindu tanpa spasi

 

 

Pertemuan pertama dengan Ibu Suri

Hari senin, pada bulan April tanggal 16 tahun 2018.

Dee mengumumkan akan mengadakan Meet and Greet berkaitan dengan buku terbarunya, Aroma Karsa. Waktu itu nggak sengaja baca lewat instagram beliau. Antara seneng, kaget, dan pengen banget ikutan. Tapi di pengumumannya itu tertulis bahwa pemegang priority pass akan lebih diutamakan, untuk publik akan dibuka RSVP keesokan harinya diatas jam 12 siang. Yang awalnya excited banget langsung menciut. Dalam pikiranku, karena keterbatasan seat, untuk peserta umum harus menunggu jumlah kuota dari peserta priority. Sumpah kali ini aku berharap kalo kalangan priority banyak yang ngga dateng 😀

Keesokan harinya sekitar pukul 3 sore, masih belum ada pengumuman. “ini kenapa belum ada informasi lebih lanjut? Apa memang sudah tidak tersedia kursi untuk umum karena anggota priority banyak yang akan datang?“. Senewen nih aku, nunggu dari kemarin bro sis. Udah refresh berkali-kali pula IGnya takut kelewatan. Akhirnya aku memutuskan untuk menghubungi contact person yang tertera dalam poster, dan jawabannya “Kami juga masih menunggu kabar”.

dee-lestari-aroma-karsa.png

Continue reading

Perkara jatuh cinta

Menurutmu apa itu cinta?

Cinta itu bagaikan angin, tak berwujud tapi ada. Cinta itu bagaikan pelangi, indah berwarna setelah hujan reda. Cinta itu bagaikan kopi, pahit tapi tetap disesapi. Makna cinta terlalu luas untuk dijabarkan. Setiap orang memiliki definisi berbeda karena tiap orang juga memiliki perjalanan cinta yang berbeda. Kalian juga pasti punya definisi cinta yang berbeda bukan?

Cinta itu berawal dari rasa suka, hmmm tertarik mungkin lebih tepatnya. Tapi, saat kamu rela berkorban apapun demi dia, saat itulah cinta mulai tumbuh. Tidak ada paksaan karena ini secara alami akan terjadi. Iya, cinta itu naluriah, muncul gitu aja. Kadang kita ga tahu kenapa mencintai dia. Tapi inilah ajaibnya, tidak bisa dinalar.

Mencintai itu membangun bukan meruntuhkan. Mencintai itu menguatkan bukan melemahkan. Mencintai itu memberi tapi tak mengharap diberi.

“Mencintai itu tidak mudah. Dibutuhkan keberanian dan kebesaran jiwa, kerna cinta selalu ingin memberi tapi tak bisa menuntut diberi. Hanya mereka yang ariflah yang bisa mencintai seutuhnya.” – Alissa Wahid

Tapi apakah cinta harus memiliki?

love-valentines-day-79@1x

Continue reading

Sepucuk rindu untuk kamu

Hai, kamu. Apa kabar? 

Semoga dimanapun kamu berada selalu ada kebahagiaan yang menyertai. “Jangan lupa bahagia” itu kan yang menjadi ingin kita? Meskipun bagiku tidak mudah untuk menemukannya tanpa kamu. Aku harus mencari-cari cara agar bisa menciptakannya dari hal sederhana sekalipun, karena aku selalu ingat akan mantra “bahagia itu kita yang ciptain, bukan mereka”. Yang selalu kita rapalkan di penghujung kalimat setiap kali bertemu lewat pesan singkat.

Tidak bisa dipungkiri bertemu dengan kamu adalah hal yang membahagiakan bagiku. Seandainya ada mesin waktu yang bisa mempertemukan kita lagi, ahhh pasti aku akan menjadi orang yang paling antusias di dunia ini. Bisa ngobrol dan ketawa untuk hal-hal sepele meski cuma setengah jam, makan bareng di warung favorit kamu yang akhirnya menjadi favoritku juga :p, atau sekedar keliling kota walau sudah lewat tengah malam. Tapi sayangnya, ini hanya sebuah angan-angan.

envelope-with-heart-sticker-and-dried-flowers-709118369-5a6363404e46ba003741167d

Continue reading

Memilih jalur indie Sheila on 7 tetap dinanti

Keputusan yang mengejutkan sebenarnya saat mendengar bahwa band yang digawangi oleh Duta (vocal), Eross (guitar), Adam (bass) dan Brian (drum) memutuskan untuk memilih jalur indie setelah kurang lebih 18 tahun bergabung dengan label musik. Seperti yang kita tahu bahwa band yang merilis album perdana tahun 1999 bertajuk Sheila on 7 telah bekerja sama dengan major label Sony Music hingga album terakhir mereka tahun 2014 yaitu Musim yang Baik. Para pendengar musik yang sudah tak asing lagi dengan lagu-lagu besutan Eross dkk ini pastinya juga bertanya-tanya mengapa jalur indie yang dipilih untuk album baru mereka. Ok, dalam hal ini saya ga mau bicara soal alasan mengapa mereka mengambil keputusan tersebut, karena itu hak mereka sebagai musisi untuk memilih jalur apa yang dipilih agar karyanya dikenal oleh masyarakat. 2018-01-16-12-38-18-53163inidiabocoranalbumbarusheilaon7.jpg

Continue reading

Dilanda Dilanisme – Dilan 1990

Awal tahun 2018 perfilman Indonesia mempersembahkan film old school dengan latar belakang tahun 1990 yang langsung menduduki puncak box office Indonesia. Iya, film ini memperoleh 1 juta penonton hanya dalam waktu 4 hari. Buseeeeett padahal film Eiffel I’m in Love aja masih 400 ribuan penonton dalam rentang waktu yang sama. Sejuta dalam 4 hari ini sih luar biasa.

Genre drama romance yang diusung oleh film Dilan 1990 tersebut langsung menyita banyak perhatian masyarakan Indonesia. Tidak hanya kawula muda tapi kalangan orang tua juga ga mau ketinggalan untuk ikut nonton. Hal tersebut membuat film ini menjadi berita hangat di berbagai media sosial sampai saat ini (sekitar sebulan setelah penayangan perdana). Wah lama juga ya. 😀

678596_720

Continue reading